UMKM Dan Strategi Digital Marketing Dan Non-Digital Marketing Untuk UMKM

Apakah itu UMKM?

UMKM Dan Strategi Digital Marketing Dan Non-Marketing. -UMKM adalah sebuah istilah yang saat ini sudah tidak asing di telingan masyarakat. Kepanjangan UMKM yaitu Usaha, Kecil, dan Menengah. Kerena saat ini UMKM sudah banyak menjamur di masyarakat yang membuat pemerintah menggolongkan UMKM dengan Batasan hasil atau omset per tahun, jumlah kekayaan, serta jumlah karyawan. Sedangkan usaha yang besar tidak tergolong kedalam UMKM, yang meliputi usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha yang memiliki jumlah karyawan yang sangat banyak, dan memiliki hasil kekayaan yang lebih besar disbanding usaha menengah, swepertu usaha milik negara ataupun usaha milik suasta dan usaha milik asing yang melakukan kegiatan ekonominya di Indonesia.
Jenis UMKM ini dibagi menjadi Tiga jenis yaitu:

1. Usaha Mikro

Usaha Mikro ini adalah sebuah usaha yang dimiliki perorangan atau sebuah badan usaha yang didirikan oleh orang biasa. Beberapa usaha yang dapat digolongkan dalam usaha mikro adalah usaha yang mempunyai omset penjualan dalam setahun paling banyak 300 juta dan asset bisnis yang dimiliki maksimal senilai 50jt. Namuin dalam pengelolaanya, keuangan yang di Kelola masih kadang tercampur dengan keuangan pribadi pemiliknya. Sebagai contoh: pedagang pasar, usaha potong rambut, usaha makanan rumahan, dan pedagang warung kelontong.

2. Usaha Kecil

Usaha Kecil yaitu usaha ekonomi produktif yang beridiri sendiri tanpa ada Lembaga lain yang menopang atau ikut dalam mendirikan badan usaha ini. Usaha Kecil ini dilakukan oelh perorangan, jenis usaha ini tidak memiliki cabang dan bukan sebuah anak dari perusahaan besar. Mengapa usaha ini dikategorokan dalam usaha kecil? Karena jumlah omset pertahun antara 300jt sampai 2,5 miliar dan memliki jumlah kekayaan bersih antara 50jt sampau 500jt.

3. Usaha Menengah

Selanjutnya yaitu Usaha Menengah adalah sebuah usaha ekonomi produktif yang juga bediri sendiri, yang di lakukan oleh badan usaha atau perorangan, yang meiliki jumlah karyawan yang cukup banyak dan mempunyai beberapa cabang usaha. Serta jumlah kekayaan bersih yang mecapai 500jt pertahun, dan memiliki omset penjualan mencapai lebih dari 2,5 miliar sapai 50 miliar per tahun. Dalam pengelolaan uangnya pun akan dipisah dengan keuangan pribadi nya. Usaha Mnengah juga sudah mempunyai legalitas atau ijin usaha, sebagai contohnya: produksi makanan ala rumahan bersekala besar, restoran besar, hingga toko-toko besar.
Untuk menunjang UMKM agar mampu bersaing dengan usaha milik negara dan milik asing, maka harus diperkuat juga dengan cara Marketing atau pemasaran produk yang dijual, supaya mendapat omset yang lebih banyak lagi dan tentu akan menunjang perkembangan bisnis UMKM tersebut. Ada 2 cara Marketing yang saat ini digunakan para pelaku usaha yaitu Digital Marketing dan Non- Digital Marketing. Berikut akan kami jelaskan tentang Digital Marketing dan Non-Digital Marketing

Baca Juga : Cara Dafta UMKM Online Untuk Dapat BLT 2021

Apa Itu Digital Marketing Dalam Bisnis UMKM?

Digital Markeeting adalah upaya pemasaran menggunakan sebuah perangkat elektronik yang terhubung dengan internet untuk dapat terhubung langsung dengan pelangganya, kegiatan ini dapat dialkukan dirumah saja atau di kantor tanpa harus turun kelapangan langsung untuk melakukan pemasaran. Jenis pemasaran ini sangat banyak diminati oleh para pelaku usaha karena dinilai lebih efektif dan tidak memelukan biaya terlalu mahal. Hal ini tentu sangatlah membantu untuk para pelaku usaha UMKM supaya dapat menjangkau target pasar yang lebih luas lagi. Lalu bagaimana caranya untuk memulai Digital Marketing ini?

1. Membuat Akun Google My Business

Google My Business adalah sebuah fitur geratis yang disediakan google untuk menampilkan nama serta lokasi bisnismu di internet. Sebagai contoh: kamu menjual kue nastar, kamu bisa bisa membuat Google Business agar lebih banyak orang dapat mengetahui alamat rumah atau tempat kamu berjualan di laman Google. Mereka juga dapat menambahkan penilaian tentang pelayanan yang kamu berikan seputar produk yang kamu jual. Informasi yang tertera pada Google Business dapat meyakinkan pembeli bahwa tokomu bukan toko fiktif.

2. Promosikan Lewat Media Sosial

Promosi lewat media social merupakan Langkah yang saat ini banyak digukana oleh pelaku usaha,
Dengan berbagai social media yang saat ini banyak digunakan orang-orang, akan sangat efektif untuk memperkenalkan produk yang kita jual dengan promosi lewat media social ini. Saat ini Instagram dan Facebook adalah dua dari banyaknya media social yang dipakai untuk mempromosikan bisnis secra digital, karena penggunanya yang lebih banyak dari media social yang lain. Kemudia ada 2 tipe promosi yang dapat dilakukan yaitu organic (gratis) dan iklan berbayar.

Apakah Perbedaan Sosial Media Organik dan Berbayar?

  • Social Media Organic (Gratis)

Promosi secara organic adalah mempubilkasikan konten berupa teks, foto, dan video produk kamu di akun media social secara gratis. Hal ini dapat meningkatkan interkasi dengan calon ;atau pelanggan tetap kamu. Dengan mengunggah konten secara berkala dan menarik, kamu dapat memperoleh banyak kepercayaan dari followers untuk tetap berbelanja di tokomu.

  • Social Media Ads (Iklan Berbayar)

Iklan berbayar di media social juga salah satu cara yang efektif untuk mejangkau demografi calon pelanggan yang cocok dengan produk yang kamu tawarkan. Kamu juga dapat menentukan target pasar berdasarkan jenis kelamin, usai, lokasi mereka, kemudia menampilkan iklan tersebut lewat beranda media social mereka. Kamu juga dapat mengatur berapa saldo untuk membayar iklan tersebut dan berapa jumlah pelanggan yang ingin kamu jangkau.

3. Kerjasama Dengan Key Opinion Leader dan Influencer (Endorsement)

  • Bekerjasama Dengan Key Opinion Leader (KOL)

Bila barang yang kamu jual bersifat fisik dan dipakai oleh kalangan tertentu, kamu dapat mencoba bekerjasama dengan Key Opinion Leader (KOL), mereka adalah expert dibidang profesi, sehingga opini dari mereka yang didengar pasti dapat dipercaya, apalagi kalua KOL ini juga aktif dalam media social maka akan sangat jauh lebih banyak orang yang akan percaya kepada produk kamu dan mulai meliriknya.

  • Bekerjasama Dengan Influencer

Produk yang bersifat umum dan dipakai oleh banyak orang akan lebih cocok di promosikan oleh Influencer, karena memang mereka focus untuk membuat konten hiburan dan jumlah followers yang sangat banyak, maka akan sangat efektif untuk membuat produk kamu semakin dikenal dan banyak pelanggan baru.

Sebaliknya, bila produk yang kamu tawarkan bersifat umum juga dapat dipakai oleh semua kalangan lebih cocok dipromosikan oleh Influencer. Dikarenakan pekerjaan mereka fokus pada pembuatan dan pengembangan konten hiburan untuk menambah jumlah followers. Konten yang biasa ditampilkan Influencer biasanya seputar gaya hidup dan jalan-jalan. Contoh produk yang bisa dipromosikan oleh Influencer antara lain; cemilan, sepatu, pakaian, tas, parfum, atau aksesoris. Bagaimana cara bekerjasama dengan Key Opinion Leader atau Influencer?
Kau dapat langsung menghubugi mereka lewat nomer dan email yang tertera di profil akun media social mereka, selanjutnya kamu akan dikirimi rate card atau tarif untuk sekali promosi, jika kamu cocok dengantarif yang diajukan, kamu bisa mentransfer uang dan mengirim produk ke rumah mereka, untuk kemudian KOL atau Influencer akan membuat konten review tentang produk kamu dan mempromosikannya di media social mereka.

4. Membangun Website

Setelah produk kalian di endorse oleh KOL dan Influencer maka jangan kaget bila followers akun social media kamu seketika bertambah banyak. Yang harus kamu lakukan selanjutnya yaitu membuat Website teentang bisnis kamu. Tentu juga akan lebih memudahkan kamu untuk melayani orderan karena website memiliki server 24 jam sehingga pembeli dapat bertransaksi kapan saja, kamu hanya perlu mengecek pesanan dan melakukan pengiriman. Tentu penggunaan website akan lebih membuat bisnismu terlihat profesioanl

5. Email Marketing

Setelah membuat website, lalu kamu harus membuat Email, karena para pelanggan akan mencantumkan alamat email mereka untuk kelengkapan data dan kamu dapat memberi tahu status dan proses pengiriman melalui Email Blast Service (EBS) yang berguna mengirimkan pesan secara otomatis. Mealui Email juga kamu dapa melakukan promosi ke semua pelangganmu yang sudah pernah berbelanja di website kamu. Email marketing dapat menjadikan cara agar kamu dan pelanggan tetap terhubung.

Non-Digital Marketing

Non-Digital Marketing adalah sebuah upaya pemasaran produk yang dilakukan secara langsung bertemu dengan calon pelanggan atau dengan menyebar brosur ke tempat-tempat ramai atau di toko-toko, atau dengan menggelar sebuah promosi di tempat-tempat yang banyak dikunjungi banyak orang. Berikut adalah contoh pemasaran Non-Digital Marketing:

1. Menyebar Brosur

Cara ini banyak dipakai oleh para pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka namun dengan cara yang sederhana, dengan membuat sebuah brosur yang berisi tentang macam produk kamu dan keterangan tentang produk berserta harganya dengan profil kamu lengkap dengan nomer hp dan alamat usaha kamu. Kamu dapat menyebarkan ke orang-orang dan orang yang tertarik dapat menghubungi nomer yang tertera di brosur untuk melakukan pemesan.

2. Promosi di Tempat Umum

Melakukan promosi ditemoat umum juga salah satu cara yang dapat menarik banyak orang serta cara yang tepat untuk memperkenalkan produk kamu kepada orang banyak tanpa harus sulit mengumpulkan orang. Serta kamu dapat secara langsung melakukan

3. Menyebar Poster

Cara ini hampir sama dengan menyebar brosur, hanya bedanya kertas atau poster yang kamu buat tidak secara lansgung diberikan ke orang-orang namun hanya cukup kamu tempelkan ditempat yang banyak di kunjungi atau di lewati orang, dengan tujuan orang akan tertarik dan membaca tentang produk kamu lalu melakukan pemesanan lewat nomer hp atau alamat social media yang kamu cantumkan

Akhir Kata:

Dalam sebuah pemasaran produk memang berkaitan erat dengan Digital Marketing dan Non-Digital Marketing untuk UMKM. Ingat bahwa membangun sebuah usaha tentu tidak mudah, butuh proses dan strategi agar produk mu mudah dikenal orang banyak.

 

One thought on “UMKM Dan Strategi Digital Marketing Dan Non-Digital Marketing Untuk UMKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *