Apa Yang Dimaksut HUSTLE CULTUR Dalam Pekerjaan

Hustle Culture adalah sebuah gaya hidup yang mendorong seseorang untuk bekerja terus menerus tanpa henti vdan bahkan melebihi jam kerja pada umunnya, kapan pun dan di mana pun mereka tetap saja memikirkan dan melakukan pekerjaan mereka demi mencapai target yang di tetapkan. Singkatnya, sering juga disebut dengan ‘gila kerja’ atau workaholic. Hustle Culture ini menggambarkan sebuah keadaan seseorang yang harus selalu bekerja untuk cepat mencapai sebuah kesuksesan, sehingga seringkali mereka tidak punya waktu untuk dirinya sendiri bahkan waktu untuk beristirahat, seperti liburan, kurang tidur, dan lainnya.

Kebanyakan orang-orang yang menjalani dan bahkan mengidolakan budaya ini beranggapan bahwa semakin lama mereka bekerja, maka akan semakin sukses karir pekerjaan mereka. Padahal kenyataanya, hanya sebagian orang yang bisa merasakan sukses dalam hal finansial mereka.Fenomena ini tentunya sangatlah tidak bagus untuk life balance. Karena tidak adanya keseimbangan dalam aspek bebagai kehidupan, seperti aspek kesehatan, pekerjaan, dan kesejahteraan emosional. Hal ini tentu saja dapat  memicu banyak masalah lainnya, baik itu penyakit dan berdampak bagi kesehatan tubuh yang lainya.

Munculnya Hustle Culture

Pertama kali fenomena ‘gila kerja’ ini muncul pada 1971. Fenomena ini lalu perlahan semakin menyebar, terutama di kalangan millenial. Alhasil, saat ini sering ditemukan ada yang lembur hingga tengah malam untuk belajar atau bekerja hingga mnegabaikan waktu sudah larut malan dan menganggap sepele jam tidur/istirahat.

Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin pesat, juga lahirnya banyak pengusaha yang mencapai kesuksesan di usia muda mereka, membuat orang-orang semakin terdorong dan mempunyai keinginan yang sama untuk bisa sukses di usia muda.

Tak heran, jika banyak yang mengidolakan dan terobsesi ingin seperti Mark Zuckerberg, Elon Musk, atau Steve job. Banyak dari mereka yang saat ini bekerja sangat keras dan ingin berlomba-lomba untuk bekerja non-stop. Alasannya, mereka percayai dengan mereka bekerja terus maka akan sukses di usia muda.

Di samping itu, banyak juga yang menantang dirinya sendiri dan meyakinkan orang lain bahwa bekerja keras adalah satu-satunya jalan menuju sebuah kesuksesan dan tindakan yang benar-benar penting. Begitu juga dengan generasi millennial saat ini dan khususnya, seperti lulusan baru sudah banyak tertarik dengan budaya ‘gila kerja’, padahal mereka belum tau dunia kerja itu seperti apa . Hal ini merujuk pada seberapa sibuk mereka dalam pekerjaan, juga tentang seberapa banyak yang telah mereka kerjakan dan target yang sudah mereka capai.

Oleh karena itu, banyak sekali saat ini orang tertarik dengan budaya ‘gila kerja’ atau workaholism ini. Mereka beranggapan bahwa ketika mereka semakin keras mereka dalam bekerja maka akan semakin cepat untuk sukses. Kini, budaya ini seolah telah menjadi sebuah tolok ukur atau standar bagi banyak orang untuk mengukur tingkat produktivitas dan kinerja seseorang dalam bidang pekerjaan mereka. Fenomena ini membuat seseorang mempunai keyakinan bahwa aspek kehidupan paling penting adalah mencapai tujuan profesional dengan bekerja keras tanpa henti (non-stop) dan menghasilkan uang yang banyak tanpa memmikirkan kesehatan dan hubungan dengan keluarga mereka.

Sudah saatnya kalian memberikan  waktu untuk diri sendiri, agar kalian tidak merasa tertekan karena pekerjaan yang begitu banyak dan padat. Juga, berhentilah membangun pola pikir bahwa sibuk adalah hal yang baik. Karena hal ini tentunya dapat menguras energi kalian, dan tentunya hal ini sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Akhir Kata:

Nah, bagi kalian yang saat ini sedang merintis atau memulai usaha atau startup, dan sedang mencari Virtual Office atau Coworking Space dengan harga murah serta lingkungan yang kondusif dan nyaman lalu juga dapat meningkatkan produktifitas tim kerja kalian untuk bekerja secara maksimal,mendesain Office dengan desain yang unik dan tidak membosankan mungkin bisa jadi pilihan. Dengan begitu karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan mempunyai ruang lingkup bekerja yang baik dan tentunya akan mengurangi yingkat stress yang diakibatkan lingkup kerja yang terlalu sempit dan terlalu membosankan bagi mereka, dengan begitu pekerjaan akan lebih dapat dikerjakan dengan baik tentu dengan hasil yang maksimal.

 

 

Leave a Comment